Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

Cerpen "Keangkuhan Doni"

Sifat dan sikap seseorang terkadang sulit dihilangkan, terlebih lagi jika lingkungan dan orang-orang sekitarnya menjauhi dan membenci orang tersebut, maka akan membentuk pribadinya secara utuh. Doni salah satunya, ia terkenal sasngat angkuh dan sombong, karena dipicu oleh ejekan teman-temannya. Sebenarnya dulu ia anak yang sangat baik, penurut dan sering membantu, namun semenjak ia berbuat salah terhadap temannya, ia justru dibenci dan dijauhi tman-temannya. Suhardoni Hasan biasa dipanggil Doni merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangat Suhartono dan Martini.  Ia anak yang sopan dan patuh pada kedua orang tuanya. Dia juga pintar dibanding kedua saudaranya, sehingga kedua orang tuanya sangat menyayanginya. Kejadian memalukan tak sengaja dilakukan Doni di sekolah. Saat itu, ia hendak ke kamar mandi dengan tergesa-gesa, tanpa ia sadari saat membuka pintu kamar mandi sebuah gayung berisi air telah menimpanya. "Byuur...!" "Sialan, siapa yang pasang perangkap ini?...

Cerpen "Kemarahan Kuni"

 Kuni seorang perempuan lugu dari keluarga tidak mampu. Ia memiliki adik yang sering menjengkelkan dirinya, walaupun demikian Kuni sangat sayang pada adiknya. Kuni termasuk anak yang rajin membantu ibunya memasak dan mencuci piring. Suatu hari Kuni ditinggal ibunya ke kota karena suatu keperluan mengikuti ayahnya,  Kuni di rumah bersama kakak dan adiknya. Keperluan makan sudah disiapkan ibu sejak pagi untuk persediaan sampai sore. "Kuni, ibu sudah masakkan keperluan sampai sore, nanti jam 3 sore tolong sayurnya dihangatkan ya,!" pinta ibu pada Kuni. "Baik, Bu." jawab Kuni. Sore pun tiba, Kuni menghangatkan sayurnya, tanpa Kuni sadari, adiknya datang dan mengagetkan Kuni, hingga tangan Kuni menyenggol panci sayur dan tumpah mengenai badan Kuni. Kuni pun merasakan panas di badannya, ia marah pada adiknya. Perabotan dapur dijadikan sasaran kemarahan Kuni hingga  berantakan. Di saat itu ibu Kuni pulang dan melihat suasana dapur yang berantakan. Piring dan gelas bany...

Cerpen "Aku Selalu Ada Untukmu"

 Cinta memang tak bisa pura-pura, walaupun Santi mengatakan pura-pura cinta pada Doni. Buktinya saat doni akan berpamitan pergi ke kota untuk bekerja, Santi justru menangis, seakan tak mau ditinggalkan. Aku lihat Santi terus mengusap pipinya yang basah akibat air matanya terus meleleh. Dalam hati sebenarnya aku kasihan pada Doni, ia baik dan juga sangat menyayangi Santi, hanya karena Santi didesak orang tuanya untuk mendekati Doni yang anak bos ayahnya. Pagi ini cuaca agak mendung, aku baru saja keluar rumah untuk berlari pagi mengitari alun-alun kota. Di perempatan jalan, aku bertemu dengan Santi yang juga sedang jalan pagi sendirinan. Ku hampiri Santi dengan rasa dag dig dug, karena sebenarnya aku pun punya rasa padanya. hanya saja Saja di suruh orang tuanya mendekati Doni. "Sendirian saja, Mba?" tanyaku "Eh, Mas Koko, ia Mas, biasa.  Mas Koko sendirian juga?"  Kuperlambat jalanku, mengimbangi gerakan kaki Santi yang lemah gemulai. hatiku kian berdebar debar. ...

Cerita "Tentang Kita"

 Awalnya ku tak percaya bahwa  aku mendapatkan seorang pendamping hidup di usia yang tak lagi muda. bukan secara kebetulan peristiwa ini terjadi, namun karena suatu niat untuk dapat membina rumah tangga dalam hidup ini. Setiap hari aku berkeliling menjajakan buah dari satu kampung ke kampung lainnya, aku dikenal sebagai Pak Ceking. yah maklumlah karena badanku memang kurus, usiaku saat ini telah menuju kepala lima, tepatnya empat puluh sembilan tahun. Dari lima bersaudara aku berada di tengah, kedua kakaku sudah menikah, bahkan kedua adikku pun sudah. hanya tinggalah aku sendiri. dalam hati sebenarnya aku ingin sekali seperti kakak dan adikku, namun belum juga terampaikan.Sedih rasanya bila ku mengingatnya. Pagi ini cuaca sangat cerah, aku berangkat pagi-pagi ke pasar membeli beberapa pisang dan buah lainnya menggunakan motor. kemudian, setelah dirasa cukup, aku langsung berkeliling ke kampung. salah satu pelangganku sudah siap menunggu. Sebut saja Tia, ia gadis lugu anak seor...

Cerpen "Kuikhlaskan Untuk Pujaanku"

Setiap waktu kutermenung di pojok ruang kamarku, menatap langit sambil beripiki siapakah engkau? ini terjadi sebulan yang lalu, saat pertama kalinya ku mengenal sosok berwajah manis nan elok yang sedang berjalan di antara orang-orang yang berbelanja di pasar. kala itu, tak sengaja kuinjak gaunnya yang terjuntai ke tanah hingga membuatnya hampir jatuh karenaku. "Maaf, Mba! tak sengaja." begitulah kataku spontan sambil menarik kakiku. "Oh iya, Mas, tidak apa-apa," tanpa banyak bicara langsung pergi meninggalkanku  Peristiwa itu sungguh tak ku sangka, ada seseorang yang sangat anggun dan menawan di antara puluhan orang berdesakan di pasar.  "Inilah pujaanku." gumamku dalam hati Ku lirik jam dinding di kamarku, jarum panjang tlah berada di angka duabelas, sedangkan jarum pendek tlah di angka 7, aku belum juga bngkit dari tempat tidurku, terasa berat untuk berdiri melangkahkan kaki menuju kamar mandi. tak ingin kulewatkan lagi lamunanku saat bertemu gadis pujaa...

Cerpen "Masa Lalu"

Angin malam sayup-sayup membelai rambutnya yang panjang terurai, terlihat begitu jelas dalam pandanganku. seorang perempuan yang tak asing dalam benakku, menunggu di sudut taman kota menepati janji bertemu diriku. aku datang membawa sejuta harapan dan impian dapat bersanding denganmu. Sesampainya dihadapanmu, ku tak mampu berbuat banyak, getaran jiwaku tlah membuatku kikuk. pesona dirimu tlah membuatku lupa akan maksud pertemuanku. Selang tiga puluh menit kenudian, kau tatap wajahku dengan penuh keraguan, seperti teringat masa lalu yang begitu suram, kala kau diputuskan oleh seorang yang kau cintai. ku tahu hal itu dari raut wajahmu yang layu, seakan kau pun tak mampu mmbaca ketulusanku untuk mencintaimu. Aku pun terdiam seribu bahasa, membiarkanmu larut dalam kenangan masa lalu. tanpa terasa kau sandarkan kepalamu di bahuku, dan berkata : "Apakah Mas, nanti akan meninggalkanku sendiri? sebagaimana temanmu yang mencintaiku, namun ternyata tinggalkanku sendiri?  Aku pun tak bisa be...