Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2022

Cerpen Beri Aku Kesempatan

 Fahri seorang anak dari keluarga brokenhome, kedua orang tuanya telah lama berpisah semenjak ia masih duduk di Taman Kanak-Kanak. Sebagai cucu tunggal di keluarga Darmin, Fahri tidak mau merepotkan kakek dan neneknya. Selepas tamat sekolah menengah pertama, ia mencoba memcari nafkah sendiri dengan berjualan gorengan keliling. Sepuluh tahun berlalu, Fahri tumbuh dewasa dan usahanya semakin laris. Kini ia memiliki tempat jualan sendiri dan tidak perlu berkeliling lagi. Ia dibantu dua orang karyawan yang cantik, agar menarik para pembeli. Suatu hari Fahri kedatangan pembeli seorang perempuan setengah baya bersama anak usia lima tahun. Rupanya perempuan itu baru menjemput anaknya di sekolah. Selagi menunggu pesanan gorengan, perempuan itu pun duduk di kursi. Fahri  dari jauh memperhatikannya. "Rasa-rasanya aku tidak asing dengan wajah perempuan itu,"  bisik hatinya. Fahri segera membuka laci meja kerjanya dan mengambil sebuah foto. Dipandanginya foto itu dan sesekali melihat...

Cerpen "Tahun Baru Kamil"

  Tahun Baru Kamil Malam pergantian tahun selalu dinantikan banyak orang, dari anak-anak sampai orang tua bahkan usia udzur pun ikut merayakannya. Menjelang malam pergantan sudah ramai orang berlalu lalang ke sana ke mari menunggu datangnya malam. Kamil anakku pun demikian, walau sekarang usianya baru lima tahun, ia tak mau ketinggalan, terlebih lagi saat pamannya pulang dan bercerita banyak orang meniup terompet dan pesta kembang api saat malam berganti, sehingga dari pagi sudah merengek minta ikut pamannya melihat keramaian kota. Malam yang ditunggu pun tiba, Kamil sudah tidak sabar menunggu pamannya. Ia sengaja menunggu paman sambil bermain mobil-mobilan dan menonton televisi agar bisa ikut dengannya. Satu jam berlalu, Kamil tak kuat menahan kantuknya, ia pun tertidur. Tak lama berselang paman Kamil pulang membawa terompet dan kembang api untuk Kamil. Melihat Kamil telah tertidur, terompet ia taruh di tempat tidur agar dapat terlihat jelas saat bangun. Matahari pagi telah ...

Puisi "Malam Tahun Baru"

Semua orang menanti Semua orang pun peduli menyambut  malam pergantian tahun lalu dan akan datang semua kan tahu semua tlah menunggu datangnya malam itu tak terkecuali diriku namun ada satu yang terlupakan ada hal yang terlewatkan dalam pergantian malam harusnya kau pun tahu di saat tengah malam ada waktu yang istimewa selain menantikan pergantiannya waktu yang sangat mustajab untuk meminta suatu asa dengan ibadah pada Sang pencipta harusnya kau tahu itulah yang semestinya kau lakukan agar kuat iman kita di akhir tahun ini dan untuk tahun berikutnya.

Untuk Temanku

Hari berganti hari Bulanpun silih berganti Menyertai rintihan hati Yang enggan berkutat angka lagi. Teman Usah kau bermuram Usah kau pekikkan kata tidak Usah kau resahkan diri Walau berat kau memikulnya. Hadapkan wajahmu Tegakkan badanmu Tunjukkan bahwa kau mampu Menjalani tugas berat Yang mungkin mampu  Merebut semua waktu senggangmu Tunjukkan Bahwa kau siap berjuang Tegakkan lembaga yang kau idamkan Patuhi aturan yang ada Susuri jalan yang tlah dibuat Untuk keselamatan bersama Jangan lupakan doa Jamgan siakan kepercayaannya Untuk egomu semata.

Kelabu

 Mentari tak terlihat lagi Kala awan tebal menyelimuti Seakan tak mau pergi Agar mentari kuan tenggelam Namun Mentatipun punya siasat Pancarkan sinar ke arah lain Hingga awan meneteskan air matanya Tak mau ditinggal sang mentari Tak peduli seberapa banyak tetesan Yang jatuh membanjiri bumi. Masa otu Begitu mengenang di hatiku Tetesan air hujan telah menghantarku tuk bersamamu Meneduh di bawah rerimbuman  pohon jambu. Di bawah rintik hujan kau tersenyum Namun kurasakan gemetarnya jiwamu Menahan derasnya  air hujan Yang menembus ranting pepohonan Hingga membasahi seragam putih biru Kini awan telah menyadari Betapa pentingnya sinar mentari Lambat laun memencarkan diri Agar mentari kembali bersinar Begitupun tentang kita Yang mulai terhangatkan suasana Pancaran cahaya sinar  Yang menelusuri setiap celah kehidupan Mengeringkan kebasahan ranting pepohonan.

Puisi *Ada Apa Denganmu*

 *Ada Apa Denganmu* by Salim Malam sunyi tanpa suara jangkrik memgiringi Seakan tiada mau peduli Apa yang ada dalam hati ini. Selembar kisah tak berujung Dalam penantian yang tak pasti. Namun... Kau tlah katakan pada khalayak Tlah kau justice diri ini Hingga tak pedulikan yang kurasakan. Begitukah dirimu Ucapkan kata maaf Untuk hibur diriku yang lara Padahal.... Kau dengan sengaja Lupakan diriku Sengaja kau tempatkan daku Dalam angan yang tersapu salju Kabar tlah kau nyatakan Pada rekan sejawatku Yang mestinya kau arahkan Untuk maju bersamaku Bukan untuk menjusticeku. _________________ Sekadar keluhku

Cerpen "Buah Keikhlasan"

Gambar
  Buah Keikhlasan   Bukan suci Ramadhan baru separuh perjalanan, namun Agnes sudah tak sabar menunggu saatnya lebaran. Maklumlah, Agnes anaknya begitu manja di antara ketiga saudaranya, ia   anak bontot di keluarga Pak Susilo. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pak Susilo memang kerap membelikan anak-anak kesayangannya baju lebaran. Namun berbeda tahun ini, di mana perekonomian keluarganya begitu sempit dan terlilit hutang. Pak Susilo belum bisa membelikan baju lebaran buat anak-anaknya. “Ayah... kapan Agnes dibelikan baju, Yah? Agnes sudah berpuasa dari awal kemarin,” tanya Agnes sambil terisak di depan ayahnya. “Agnes, maafkan ayah ya, Nak! Ayah belum ada rezeki untuk itu, baru untuk kebutuhan makan kita. Insya Allah nanti kalau ayah sudah punya uang lebih, pasti ayah belikan.” Jawab ayah memelas “Tapi, Yah? Lebaran kan sebentar lagi,” tanya Agnes kembali “Agnes, sini sayang,   bantu ibu buat kue yuk!” panggil ibu dari pintu dapur Tanpa menjawab, Agnes m...

Puisi "LELAH"

Gambar
  LELAH Karya Agus Salim   Dalam balutan angin malam Dibawah hamparan bintang Kusandarkan jiwa yang tenggelam Bersama anganku yang tlah hilang Lelah sudah kurasa Letih tiada berdaya Bagai kapas terbang ke angkasa Terbawa angin dunia maya