Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

Ranting Kering

Sebenarnya... Tiada mungkin kan tumbuh Tiada mungkin kan hidup Namun... Bukanlah mustahil Bila ranting kering Kan hidup kembali Bukan tak mungkin Daun dan bunga kan menemani Karna... Ranting kering itu Masih punya harapan Tuk tunbuh dan berkembang Seraya ucapkan Doa pada sang kuasa Kebumen, 4/3/25

RESTORAN RUMAH KACA

Namaku Darmin, pekerjaanku adalah pelayan restoran Rumah Kaca, aku sebut begitu karena ruangannya begitu mengkilap baik dinding ruangan maupun lantainya, semua seperti kaca. Satu kejadian memalukan sekaligus lucu saat pertama aku menjalankan pekerjaanku. Tiga hari sudah aku berada di kota Metropolitan yang tak lain adalah kota Jakarta mengikuti paman Danu bekerja di sebuah restoran yang menyediakan banyak aneka ragam makanan dan minuman. Paman Danu adalah adik laki-laki dari ayahku. Beliau sangat baik, ramah dan berpenampilan sederhana, walaupun telah lama tinggal di Jakarta dan terbilang sudah kaya. Paman Danu bekerja di sebuah restoran terkemuka di Jakarta sebagai manajer umum restoran, kira-kira sudah hampir sepuluh tahun lamanya. Sejak dahulu paman memang ingin mengajakku ke kota untuk sekolah di sana, namun aku tidak diperbolehkan ayahku karena masih terlalu kecil, selain itu paman juga sangat sibuk dengan pekerjaannya. Berangkat pagi buta dan pulang sampai larut malam. Ayahku kha...

TERJEBAK LUMPUR

Doni, Dito, dan Toni adalah tiga sekawan. Mereka berkawan sejak kecil, bermain bersama dan bersekolah sejak TK, SD, dan sekarang duduk di bangku SMP pun bersama. Walaupun, ketiganya memiliki sifat yang berbeda, namun mereka tetap bisa saling menghargai dan saling bantu satu sama lain. Terkadang Dito usil pada temannya, kapan pun dan dimana pun kebersamaan mereka, ada saja hal usil yang dilakukan Dito. Hingga suatu saat Dito mengalami hal yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya di saat sekolah mereka mengadakan kegiatan perkemahan. Salah satu kegiatan perkemahan adalah mencari jejak. Dito si usil pun berulah, ia ingin menjebak teman-temannya, dengan membelokkan arah jejak ke arah yang tidak sesuai. Namun tanpa disadari Dito, sebelum melakukan keusilannya, ia terperosok ke dalam lumpur. Tak disangka, lama-kelamaan lumpur itu seolah menariknya ke dalam, Dito pun berteriak sekeras-kerasnya minta tolong. Dengan ranting yang menjulur, ia coba bertahan agar lumpur yang telah menutup setengah...

Tahun Baru Kamil

Malam pergantian tahun selalu dinantikan banyak orang, dari anak-anak sampai orang tua bahkan usia udzur pun ikut merayakannya. Menjelang malam pergantan sudah ramai orang berlalu lalang ke sana ke mari menunggu datangnya malam. Kamil anakku pun demikian, walau sekarang usianya baru lima tahun, ia tak mau ketinggalan, terlebih lagi saat pamannya pulang dan bercerita banyak orang meniup terompet dan pesta kembang api saat malam berganti, sehingga dari pagi sudah merengek minta ikut pamannya melihat keramaian kota. Malam yang ditunggu pun tiba, Kamil sudah tidak sabar menunggu pamannya. Ia sengaja menunggu paman sambil bermain mobil-mobilan dan menonton televisi agar bisa ikut dengannya. Satu jam berlalu, Kamil tak kuat menahan kantuknya, ia pun tertidur. Tak lama berselang paman Kamil pulang membawa terompet dan kembang api untuk Kamil. Melihat Kamil telah tertidur, terompet ia taruh di tempat tidur agar dapat terlihat jelas saat bangun. Matahari pagi telah bersinar cerah, Kamil bangun ...