Tahun Baru Kamil
Malam pergantian tahun selalu dinantikan banyak orang, dari anak-anak
sampai orang tua bahkan usia udzur pun ikut merayakannya. Menjelang malam
pergantan sudah ramai orang berlalu lalang ke sana ke mari menunggu datangnya
malam. Kamil anakku pun demikian, walau sekarang usianya baru lima tahun, ia
tak mau ketinggalan, terlebih lagi saat pamannya pulang dan bercerita banyak
orang meniup terompet dan pesta kembang api saat malam berganti, sehingga dari
pagi sudah merengek minta ikut pamannya melihat keramaian kota.
Malam yang ditunggu pun tiba, Kamil sudah tidak sabar menunggu
pamannya. Ia sengaja menunggu paman sambil bermain mobil-mobilan dan
menonton televisi agar bisa ikut dengannya. Satu jam berlalu, Kamil tak kuat
menahan kantuknya, ia pun tertidur. Tak lama berselang paman Kamil pulang
membawa terompet dan kembang api untuk Kamil. Melihat Kamil telah tertidur,
terompet ia taruh di tempat tidur agar dapat terlihat jelas saat bangun.
Matahari pagi telah bersinar cerah, Kamil bangun dari tidurnya dan
mendapati pamannya duduk di samping tempat tidur sambil memegang terompet
warna warni. Tak menunggu Kamil bertanya, paman meniup terompet berkali-
kali hingga Kamil kegirangan. Hore... hore... Tahun Baru, towet towet towet
towet.
Tamat
Komentar
Posting Komentar