Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

Cerpen "Dianggap Gila karena Lamunan"

Dimas Suntono seorang pemuda pengannguran yang biasa nongkrong di pos kamling setiap jam empat sore hingga menjelang maghrib, kini tidak terlihat lagi. Warga sekitar pun jarang yang mengetahui. ini lantaran Dimas panggilan akrabnya bukan warga setempat, namun sering berada di pos kampling di tempat itu. menurut salah seorang yang pernah melihatnya saat melintas di pos kamling, ia sering melamun dan dalam lamunanya terdengar sering terrucap kata "Bu, maafkan aku belum bisa membahagiakanmu". begitulah kalimatyang di dengarnya. Sore itu Dimas terlihat nongkrong di pos kamling. orang yang lewat di depannya tak pernah menyapanya, kecuali seorang anak kecil yang sedang bermain sendirian di dekat pos kamling. "Kak, lagi ngapain>: katanya Dimas diam seribu bahasa, matanya menerawang jauh ke depan tanpa ada tujuan. "Kak, lagi ngapain>: ucap bocah kecil tadi Diam dan tidak menjawab, namunn tak berapa lama kemudian.... "Ibu, maafkan aku belum bisa membahagiakanmu...

Puisi "Menunggu"

Secercah harapan kau berikan Seuntai senyum kau sunggingkan Bersama jiwa yang bergelora Dalam sebuah penantian. Beribu menit tlah kujalani Berjuta inpian tlah kunanti Namun belum ada titik kulminasi walau jurang pemisah mash kentara Ku kan tetap menunggu menunggu dan menunggu Tanpa batas waktu.

Puisi "Pusing"

Peniing kepalaku Penat sudah pikiranku memikirkan dikau yang jauh di sana yang tak pedulikan diriku Pusing ku jadinya rebahkan jasad tiada lama pejamkan mata pun tak bisa Peningku jadinya Secercah harapan tiada guna