Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2026

Mengenang Ibu

Mengenang Ibu Karya Agus Salim Waktu begitu cepat melaju Menerjang setiap hamparan sang Bayu Mengingatkan dikau di sana Dalam kenikmatan Nirwana Ibu Kenangan indah saat bersamamu Begitu terasa dalam hidupku Mewarnai setiap langkahku Perhatianmu setiap waktu Belaian kasih sayangmu Semua kau curahkan Dengan tulus padaku Kini kau dalam buaian Sang Pencipta Akankah lagi kudapatkan Kasih dan sayangmu Yang tak lekang oleh waktu Hanya do’a yang kupanjatkan Sebagai pengantar kerinduanku Semoga Allah kan mengampunimu. Kebumen, 30 Juni 2022

Puisi "Mata Rantai"

Roda roda berputar pindahkan beban kemana saja sampai tiba saatnya turun dalam bumi persada. Roda roda berputar Satukan jiwa dan raga tertaut dalam langkah bahagia Roda roda berputar dari rangkaian mata rantai yang saling terhubung yang mungkin tak kau pedulikan.

MINIATUR KUSEN

Pagi itu suasana sangat cerah, mentari bersinar sangat indah, tumbuhan dan bunga menambah kesejukan pagi itu. Tampak di pos ronda, tiga remaja sedang asyik bercengkerama. Roni, Dedi, dan Hasyim. Mereka adalah kawan akrab sejak dibangku sekolah dasar sampai di sekolah tingkat atas. Selain mereka, bapaknya juga pernah bersama membangun sebuah usaha pembuatan kusen, sehingga tak ayal mereka pun selalu bersama. Hasyim anak pandai dan patuh pada orang tuanya, ia tidak bisa melanjutkan sekolah setelah tamat SMA karena terkendala kondisi keuangan keluarga, Hasyim hanya berada di rumah membantu kedua orang tuanya membuat kusen dari kayu. Sedangkan Roni, ia anak orang kaya, fasilitas pribadinya bisa dibilang highclass. Walau terkesan sombong, tapi ia berbudi baik dan solidaritas terhadap sesama sangat tinggi. Adapun Dedi sebatang kara, sejak tamat sekolah SMA kedua orang tuanya telah meninggal dunia, dia tinggal bersama kakek neneknya seorang pedagang sembako di pasar. Roni dan Dedi termasuk be...