Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Satu Kesempatan

 Hai, sobat pekenalkan diriku seorang pria yang tlah lapuk berharap cinta sang melati berduri tapi wangi Hai sobat janganlah pergi dariku berilah satu kesempatan tuk dapat petik bungamu tuk semaikan dalam tamanku Hai sobat tataplah mataku carilah satu  mutiara yang dapat kau jadikan pelitamu agar kesempatan itu hilang dariku. Kebumen, 31 mei 2021

Cerpen Kopi Prsahabatan

  KOPI PERSAHABATAN Pagi ini cuaca cerah, aktifitas orang-orang di desa Mekar Harum Kecamatan Hulu Sungai Kapuas sangat ramai. Pedagang, pekerja, dan pegawai kantor   sudah hilir mudik membuat suasana pagi itu semakin ramai. Tak terkecuali Farhan, seorang pmuda yang berwajah rupawan dan suka olahraga pagi, saat itu juga sedang berlari pagi mengitari desa sambil membawa sebotol air mineral, Ia melakukan kegiatan lari pagi rutin setiap dua hari sekali, biasanya dia bersama temannya Rio, namun pagi itu dia sendiri. Rio adalah sosok kawan yang sangat supel, pemberani, dan mudah bergaul walapun terhadap orang yang baru dikenalnya. Sesekali Farhan mengusap peluh di wajahnya. Beberapa menit kemudian dia berhenti dan duduk di tepi taman kota seperti biasanya. “Suasana taman kota pagi ini, teasa berbeda, sejuk dan sudah ramai sekali. Andai saja Rio bersamaku saat ini, tentu akan kuajak ngopi bareng tanda kebersamaanku selama ini.” gumamnya dalam hati Sambil melepas lelah, panda...

Broken Home

  DEMI IBU DAN ADIKKU, KUGANTUNGKAN KULIAHKU   Sebut saja namaku Fani. Aku anak sulung dari lima bersaudara. Adikku yang paling bungsu saat ini masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak. Tak tahu mengapa aku harus mengalami peristiwa ini, di saat kuliahku baru semester dua dan masih butuh kasih sayang orang tua, aku harus menghentikan kuliahku dan berpikir panjang untuk bisa merawat adik-adikku. Sebenarnya sebagai anak sulung aku belum siap menerrima kenyataan ini. Sewaktu aku masih sekolah SMA, sudah ada tanda-tanda akan ketidaksetiaan di antara kedua orang tuaku. Setiap kali ayah pulang kantor, ibu serta merta ada kegiatan di luar. Di saat kami berkumpul, bercengkerama dengan ibu, ayah seolah sibuk dengan pekerjaannya. “Yah, Fani minta diajarin materi Bahasa Inggris dong, Yah” ini agak sulit bagiku. Beranjak menghampiri ayah di kamar. “Maaf, Fani, ayah sedang sibuk urusan kantor, coba tanya ibumu dulu ya!” jawab ayah tanpa melihat wajahku. Aku kemudian balik badan ...