Cerpen Beri Aku Kesempatan

 Fahri seorang anak dari keluarga brokenhome, kedua orang tuanya telah lama berpisah semenjak ia masih duduk di Taman Kanak-Kanak. Sebagai cucu tunggal di keluarga Darmin, Fahri tidak mau merepotkan kakek dan neneknya. Selepas tamat sekolah menengah pertama, ia mencoba memcari nafkah sendiri dengan berjualan gorengan keliling.

Sepuluh tahun berlalu, Fahri tumbuh dewasa dan usahanya semakin laris. Kini ia memiliki tempat jualan sendiri dan tidak perlu berkeliling lagi. Ia dibantu dua orang karyawan yang cantik, agar menarik para pembeli.

Suatu hari Fahri kedatangan pembeli seorang perempuan setengah baya bersama anak usia lima tahun. Rupanya perempuan itu baru menjemput anaknya di sekolah. Selagi menunggu pesanan gorengan, perempuan itu pun duduk di kursi. Fahri  dari jauh memperhatikannya.

"Rasa-rasanya aku tidak asing dengan wajah perempuan itu,"  bisik hatinya.

Fahri segera membuka laci meja kerjanya dan mengambil sebuah foto.

Dipandanginya foto itu dan sesekali melihat wajah pelanggannya.

"Ibu, benarkah itu ibuku?' bisiknya dalam hati.

Setelah menyantap gorengan, perempuan mendekati Fahri untuk membayar makanan yang dimakannya. Sebelum sampai membayar, Fahri menjulurkan tangannya sambil memperlihatkan foto pada perempuan itu.

"Maaf, apakah ini foto ibu?" tanya Fahri

Perempuan itu melihat gambar yang ada di foto, diamatinya sungguh-sungguh.

"Mas, ini dapat foto dari mana? Tanya perempuan itu.

"Hmm... apa ibu mengenal foto ini? tanya Fahri sengaja belum mau menyebutkan identitasnya.

Ibu tersebut justru menagis lalu duduk di kursi dan menutupi wajahnya. Sementara anaknya duduk di sampingnya tanpa tahu apa yang terjadi pada ibunya.

^Maaf, Bu, kok menangis? Maaf jika saya salah menunjukkan foto ini."  Kara Fahri

Tidak apa, Mas. Itu foto saya bersama suami dan anak saya. Saya berdosa sekali telah meninggalkan anak saya hanya karena ketidakcocokan kami. Lama saya mencari buah hati saya, Mas." Jelas perempyan itu.

Fahri yang mengetahui cerita tersebut langsung bersimpuh di hadapan ibu.

"Bu...Bu... ini aku, Fahri anakmu ibu." Fahri pun tak kuasa menahan haru

Perwmpuan itu lalu mengangkat wajahnya dan menatap Fahti

"Benarkah kau anakku, Fahri?" Tanyanya tak percaya

"Iya, Bu. Ini anakmu. Di dalam foto ini adalah aku Bu. Fahri."

"Oh, Fahri anakku, maafkan Ibu, Nak, ibu telah meninggalkanmu."

fahri dan ibunya berpelukan melepas rindu yang teramat sangat, sementara si kecil merengek minta pulang.

"ma,,,ma..ma, ayo pulang: rengeknya

Perempuan itu yang ternyata ibu Fahri pun melepas pelukannya kemudian pamit pulang, namun Fahri tak mau ditinggal ibunya lagi.

"Bu, beri aku kesempatan untuk berbakti kepada ibu, janganlah pergi Bu" rintih Fahri

:Fahri, ibu harus pergi, Nak, ibu sudah berkeluarga lagi dan tinggal bersama suami dan anakku ini

Tapi, Bu, aku masih kangen ibu< bertahun tahun lamanya ibu meninggalkanku bersama kakek dan nenek, tolonglah Bu, beri aku kesempatan sekali saja. Bu." ucp Fahri sambil memegang tangan ibu.

Rintihan Fahri tak membuat ibunya luluh, walau dengan perasaan kecewa, Fahri pun melepas tangan ibunya. ia hanya pasrah, ketika ibunya pergi dari hadapannya,

"maafkan ibu, Nak, ibu hanya tidak ingin suamiku tahu pertemuan kita dan menimbulkan keretakan rumah tangga kami yang kedua," bisik perempuan itu sambil melambaikan tangan ke Fahri.

sementara Fahri masih tidak menyangka akan bertemu ibu di warung miliknya dan harus merelakan ibunya pergi darinya. 

'"Bos, ada pesanan dari apartemen 707 untuk acara siang ini." kata seorang karyawannya

Fahri tersentak kaget, disekanya air mata yang membasahi pipinya, Ia belum bisa melupakan pertemuan dengan ibunya yang sangat singkat itu. tanpa menjawab, Fahri langsung menganggukkan kepala pada karyawannya.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERJEBAK LUMPUR

RESTORAN RUMAH KACA

Tahun Baru Kamil