Kelabu

 Mentari tak terlihat lagi

Kala awan tebal menyelimuti

Seakan tak mau pergi

Agar mentari kuan tenggelam

Namun

Mentatipun punya siasat

Pancarkan sinar ke arah lain

Hingga awan meneteskan air matanya

Tak mau ditinggal sang mentari

Tak peduli seberapa banyak tetesan

Yang jatuh membanjiri bumi.

Masa otu

Begitu mengenang di hatiku

Tetesan air hujan telah menghantarku tuk bersamamu

Meneduh di bawah rerimbuman  pohon jambu.

Di bawah rintik hujan kau tersenyum

Namun kurasakan gemetarnya jiwamu

Menahan derasnya  air hujan

Yang menembus ranting pepohonan

Hingga membasahi seragam putih biru

Kini awan telah menyadari

Betapa pentingnya sinar mentari

Lambat laun memencarkan diri

Agar mentari kembali bersinar

Begitupun tentang kita

Yang mulai terhangatkan suasana

Pancaran cahaya sinar 

Yang menelusuri setiap celah kehidupan

Mengeringkan kebasahan ranting pepohonan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERJEBAK LUMPUR

RESTORAN RUMAH KACA

Tahun Baru Kamil