Cerpen "Kemarahan Kuni"
Kuni seorang perempuan lugu dari keluarga tidak mampu. Ia memiliki adik yang sering menjengkelkan dirinya, walaupun demikian Kuni sangat sayang pada adiknya. Kuni termasuk anak yang rajin membantu ibunya memasak dan mencuci piring.
Suatu hari Kuni ditinggal ibunya ke kota karena suatu keperluan mengikuti ayahnya, Kuni di rumah bersama kakak dan adiknya. Keperluan makan sudah disiapkan ibu sejak pagi untuk persediaan sampai sore."Kuni, ibu sudah masakkan keperluan sampai sore, nanti jam 3 sore tolong sayurnya dihangatkan ya,!" pinta ibu pada Kuni.
"Baik, Bu." jawab Kuni.
Sore pun tiba, Kuni menghangatkan sayurnya, tanpa Kuni sadari, adiknya datang dan mengagetkan Kuni, hingga tangan Kuni menyenggol panci sayur dan tumpah mengenai badan Kuni. Kuni pun merasakan panas di badannya, ia marah pada adiknya. Perabotan dapur dijadikan sasaran kemarahan Kuni hingga berantakan. Di saat itu ibu Kuni pulang dan melihat suasana dapur yang berantakan. Piring dan gelas banyak yang pecah. Ibu sedih melihat hal itu. Kuni tertunduk malu dan menyesal. Kuni kini berjanji tidak akan berbuat hal yang merugikan diri dan orang lain.
Komentar
Posting Komentar