Cerpen "Masa Lalu"

Angin malam sayup-sayup membelai rambutnya yang panjang terurai, terlihat begitu jelas dalam pandanganku. seorang perempuan yang tak asing dalam benakku, menunggu di sudut taman kota menepati janji bertemu diriku. aku datang membawa sejuta harapan dan impian dapat bersanding denganmu. Sesampainya dihadapanmu, ku tak mampu berbuat banyak, getaran jiwaku tlah membuatku kikuk. pesona dirimu tlah membuatku lupa akan maksud pertemuanku.
Selang tiga puluh menit kenudian, kau tatap wajahku dengan penuh keraguan, seperti teringat masa lalu yang begitu suram, kala kau diputuskan oleh seorang yang kau cintai. ku tahu hal itu dari raut wajahmu yang layu, seakan kau pun tak mampu mmbaca ketulusanku untuk mencintaimu.
Aku pun terdiam seribu bahasa, membiarkanmu larut dalam kenangan masa lalu. tanpa terasa kau sandarkan kepalamu di bahuku, dan berkata : "Apakah Mas, nanti akan meninggalkanku sendiri? sebagaimana temanmu yang mencintaiku, namun ternyata tinggalkanku sendiri? 
Aku pun tak bisa berbuat apa-apa, teringat masa lalunya yang kecewa ditinggalkan kekasih yang juga sahabatku itu. dalam hatiku, aku merasa iba, walau sebenarnya aku belum begitu yakin akan ketulusan cintaku padanya. 
Di saat aku teermenung, perempuan yang disampingku mengulangi kata-katanya lagi. "apakah Mas, nanti akan meninggalkanku sendiri?. spontan aku pun menjawab, " Dik, aku akan setia padamu dan mencintaimu sepanjang hidupku. 
Perempuan itu pun tersenyum bahagia. namun tak berapa lama senyumannya, ia merasakan sesak nafas. aku pun bingung dibuatkany. aku langsung bereteriak minta tolong, alhasil orang orang di sekitar taman kota malam itu pun berdatangan. mereka membantuku membawanya ke rumah sakit. Namun, Tuhan berkehendak lain, ia pergi untuk selama-lamanya, bersama masa lalu yang meyelimuti dirinya. Ya Tuhan, kenapa begitu cepat berlalu, tak ku sangka senyumannya adalah akhir kehidupannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERJEBAK LUMPUR

RESTORAN RUMAH KACA

Tahun Baru Kamil