PGP-Angkatan 2-Kebumen-Agus Salim CGP-Aksi Nyata Paket Modul 3.3
AKSI MODUL 3.3
PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID
FACT (PERISTIWA)
A. Latar Belakang
Program kerja sekolah dapat diartikan sebagai proses perencanaan terhadap semua hal yang berhubungan dengan penyelenggaraan pendidikan di suatu sekolah untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Pengelolaan program yang berdampak pada murid di SD Negeri 1 Wonosari sesuai dengan Visi Sekolah yaitu "Terewujudnya sumber daya manusia yang beriman, bertaqwa, berbudi pekerti luhur, cerdas, terampil, berbudaya. dan berprestasi"
Untuk mewujudkan visi sekolah tersebut, sekolah melaksanakan program yang telah dirancang sebelumnya yang melibatkan murid secara aktif dan kreatif dengan bimbingan guru dan orang tua serta pengawasan dari masyarakat di sekitarnya agar murid memiliki pengalaman yang baik untuk masa depannya.
Program yang telah dilaksanakan tersebut merupakan bentuk aksi nyata dari rancangan program yang ada meliputi :kegiatan shalat berjamaah, kegiatan kewirausahaan dan Pembinaan karakter.
B.
Tujuan Program
1. Untuk
menyatukan pandangan dan cita-cita seluruh warga sekolah dalam mewujudkan
tujuan penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan mutu.
2. Untuk
memudahkan dalam melakukan evaluasi tugas pengelolaan sekolah.
3. Meningkatkan
ketaqwaan murid melalui pembiasaan shalat berjamaah
4. Mengupayakan
terciptanya kepemimpinan murid
5. Mengasah
keterampilan, keuletan dan kreatifitas murid dalam program kewirausahaan
C. Hasil Pelaksanaan Kegiatan
1.
Murid telah
melaksanakan kegiatan shalat berjamaah baik di masjid atau musholla, maupun di
rumah bersama orang tuanya.
2. Dalam
kegiatan diskusi, murid dapat menempatkan dirinya sebagai seorang pemimpin
diskusi. dari latihan berdiskusi ini murid telah belajar bagaimana sebaiknya
seorang pemimpin.
3.
Untuk membina
jiwa kewirausahaan, murid telah dapat membuat karya sederhana dari barang
bekas, semisal botol air mineral, kardus, dan korang bekas.
Foto
Perilaku hidup bersih
FEELING (PERASAAN)
Selama kegiatan
pembelajaran terutama membuat karya sederhana dari botol plastik bekas,
perasaan yang muncul dalam diri saya adalah senang dan tidak menyangka bahwa
murid-murid say begitu cepat tanggap dalam menjalankan program serta dapat
melakukannya dengan baik. Murid pun merasa senang dan nerasa tertantang untuk
membuat karya yang lebih baik.
Dari program yang telah
dijalankan, mereka ingin melanjutkan dan mempraktikannya sendiri di rumah agar
dapat menikmati hasil karyanya sendiri.
FINDING (PEMBELAJARAN)
Setiap
aksi pasti ada reaksi, setiap kegiatan pastilah menemukan adanya keberhasilan
dan kegagalan. Hal ini juga dirasakan dalam program pembuatan karya dari botol
plastik bekas, di mana para murid merasa begitu antuasnya dalam praktik membuat
model tanaman, ternyata karena kekuranghati-hatian menjadikan hasilnya tidak
bagus.
Keberhasilan yang dicapai murid :
- Dapat membuat
karya dari botol plastik bekas
- Dapat memilah
barang bekas yang dapat digunakan menjadi karya seni
Kegagalan yang terjadi :
- Model bunga
tidak utuh, karena ada yang terbakar saat diluruskan dengan pembakaran
- Hasil tidak
sesuai yang diinginkan disebabkan cara menyambung yang tidak benar
FUTURE (RENCANA KE DEPAN)
Setelah
melaksanakan program pembuatan karya dari botol bekas, rencana lanjutannya
adalah menjadikan karya tersebut dapat dilakukan murid di setiap saat/ada
kesempatan. Di masyarakatpun disarankan agar murid dapat mengembangkan karyanya
dengan model yang lebih bagus lagi.
Rencana
program lanjutan dari kegiatan ini adalah membuat karya dari koran bekas berupa
tempat tisu maupun tas. Harapannya semua murid dapat lebih memanfaatkan setiap
barang bekas pakai yang masih bisa dimanfaatkan untuk hal lain.
Demikian aksi nyata modul 3.3 tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid, harapan saya, ini merupakan pengalaman yang baik bagi murid nantinya dalam mengelola barang-barang bekas yang memiliki nilai jual dapat dimanfaatkan menjadi berbagai karya seni.
Komentar
Posting Komentar