KUMPULAN PUISIKU

 

RINDU RAMADHAN

 

Ramadhan...

sekian lama kunantikan dirimu

sekian lama kuimpikan dirimu

dari tahun yang lalu

di mana kurasakan begitu bodohnya diriku

kau menyapaku setiap waktu

tapi ku tak mau tahu

saat itu

Ramadhan...

ku sangat merindukanmu lagi.

mengisi hari-hari dengan ibadah suci

Kini...

saat kau memberi kesempatan lagi

bulan Ramadhan yang suci ini

rasa rindu sudah tak tertahan lagi

ingin segera kujalani hari ini

dengan setumpuk amal qurani.

Ramadhan...

hari ini kau sapa diri ini

dengan segudang rahmat Ilahi

rindu Ramadhan yang kini terobati

takkan ku sia-siakan

hari ini, juga esok selama bulan suci

agar dapat kurasakan indahnya ibadah

nikmatnya sedekah, senangnya memberi

dan berbagi

Ramadhan...

ku bersyukur di hari ini

dapat menikmati keberkahan

dan kemuliaanmu

berharap mendapatkan kefitrahan diri

dari Ilahi Rabbi.

 

 

17 Mei 2018

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

AYAT AL-QURAN PENEGUH IMAN

 

ku langkahkan kaki

menuju tempat suci

ku ambil air wudlu tuk bersihkan diri

duduk bersimpuh menghadapkan hati

ku lantunkan ayat-ayat-Mu

satu persatu tuk sadarkan kalbuku

betapa besar kekuasaan-Mu

tanpa batasan waktu

satu ayat getarkan jiwa

satu surat penawar dosa

peneguh iman di dada

penguat iman sampai akhir zaman

ku baca ayat penuh makna

penyejuk jiwa dalam dada

penenang jiwa yang bergelora

tersirat begitu dahsyatnya

ayat-ayat suci kalam Ilahi

kubaca dengan ketulusan hati

mengharap ridho ilahi

agar dapat menghapus dosa diri

alunan suci kalam Ilahi

di bulan Ramadhan yang suci

menjadi peneguh iman jiwa ini

penyelamat di akhir hidup ini

Ramadhan lantunkan kalam

sebarkan pesona ayat penuh makna

melampaui dalamnya cinta

pada alam seisinya

tujuh hari tlah berlalu

teguhkan imanmu

dengan lantunan merdu

bersatu terangi hidupku

 

23 Mei 2018

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TERKA ENIGMA

 

Langit tempat bernaung

Bumi tempat berpijak

Seluruh makhluk bumi

Manusia, hewan, dan tumbuhan

Menjadi satu dalam kehidupan

Siapakah dapat terka

Sampai kapan kan berada

Sampai kapan kan berpijak

Semua takkan bisa

Menerka bagaikan enigma

Kehidupan ini silih berganti

Yang dulu tiada menjadi ada

Yang dulu anak-anak

Kini tumbuh dewasa

Yang dulu sendiri

Kini sudah ada yang menanti

Semua adalah enigma diri

Yang hidup menjadi mati

Yang mati takkan kembali

Takdir pada makhluk bumi

Itulah enigma Ilahi

Bulan Ramadhan pengingat diri

Tuk bersihkan hati

Melalui alunan kalam Ilahi

Perkuat iman, perkuat amalan

Tingkatkan ibadah

Jangan mudah menyerah

Sadarkan diri segera

Karena manusia takkan tahu

Akhir hidup setiap makhluk

Itulah enigma Tuhanmu

Yang takkan semua tahu.

26 Mei 2018

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KUDEKAP KEMULIAANMU

 

seiring waktu terus melaju

mengikuti langkah kakiku

kucoba rengkuh kemuliaanmu

ramaikan malam dengan zikir

dan alunan suci kalam ilahi

Ramadhan begitu mulia

dekap erat jangan sampai sirna

walau godaan selalu menerpa

pagi, siang, ataupun malam

dekap erat jangan kau lepaskan.

empat hari tlah berlalu

Ramadhan takkan kembali menghampirimu

walau susah payah kau mendekap

kemuliaan ramadhan takkan tertangkap

yang lalu biarlah berlalu

tatap ke depan hari berikutnya

masih banyak kemuliaan Ramadhan

yang dapat kau raih dengan sempurna.

Ingatlah...

kemuliaan Ramadhan masih ada

mengikuti setiap getaran jiwa

akankah kita terlena

dengan penyesalan kemarin lusa?

dekap erat kemuliaanya

seiring getar nadi dalam jiwa.

 

21 Mei 2018

 

 

LANGKAH PASTI

 

Setapak demi setapak

Langkahkan kaki menuju bukit

Menyusuri jalan berpetak

‘tuk raih asa setinggi langit

Cerahnya mentari pagi

Mengiringi langkahku ini

Seakan memberi harapan lagi

Dalam menatap hari ini

Mentari tlah tinggikan diri

Menerangi seluruh muka bumi

Kini ku percayakan diri

‘tuk menapak hari yang pasti

 

 

3 Juni 2018

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RINDU BAITULLAH

Karya Agus Salim

 

Seiring waktu berlalu

Mengiringi setiap langkahku

Tuk tapakkan kakiku

Dalam jalan-Mu

Desiran angin bisikkan suasana syahdu

Lambaian dedaunan mengantar pikiranku

Dalam sejuta harapan yang sangat kunantikan

Labbaikallah...

Kulantunkan kalimat indah nan suci

Tuk bisa sejukkan susana hati

Kuulangi lantunan suci

Tanpa rasa ragu lagi

Labbaikallahumma labbaik

Labbaikala syarika laka labbaik

Begitu rindunya hati hamba

Tuk pujikan Sang Pencipta

Pagi siang dan malam

Wahai dzat yang Maha Kuasa

Izinkan jiwa dan raga hamba

Menyatukan niat dan asa

Memusatkan ibadah dalam tempat mulia

 

Kebumen, 15 Juli 2019

 

 

 

 

 

RENUNGAN HATI

Karya : Agus Salim

 

Malam telah sunyi

Bulan hanya separuh hati

Sepertinya mengerti

Akan renungan hati ini

Seminggu ‘tlah berlalu

Rasa bahagia saat bersamamu

Tautkan bara api rindu

Lepaskan lelah dalam syahdu

Rasa dingin menyelimuti kalbuku

Seakan tak mau lepas dari diriku

Bergetar tubuhku

Menggigil ragaku

Malam ‘tlah berganti siang

Kicauan burung nyanyikan lagu merdu

Sambut hari hantarkan riang

Namun hati dirundung pilu

Ku tak tahu

Bagaimana ini bisa terjadi

Astaghfirullahaladzim

Begitulah hatiku

Teringat semua ujian-Mu

Pada seorang hamba

Yang hanya bisa mengadu.

 

 

Kebumen, 12 Maret 2020

 

 

TEMA : KETIKA MENGENALMU

Kerudung Biru

 

Sore itu ...

Saat mentari mulai melangkah ke Barat

Sesosok wanita berjilbab menghampiriku

Menyapaku dengan lembut

Sapaan indah terdengar menyentuh kalbu

Disertai senyum indah dari bibir manismu

Membuatku terpana saat melihatmu.

Kusambut sapaannya tanpa ragu

Kutatap wajahnya penuh tanya

Siapakah dirimu?

Kerudung biru yang kau kenakan saat itu

Membuatku dirundung rindu

Untuk selalu jumpa denganmu.

Hari demi hari

Bulanpun telah berganti

Telah kurasakan senangnya hati

Ketika ku mengenalmu

Dan kau mengenalku.

Kerudung biru yang kau kenakan saat itu

Awal ku mengenal dirimu

Sosok wanita shaolihah

Yang membuatku taat beribadah.

Ketika ku megenalmu

Tiada hal yang tak bisa

Rasa malas ‘tlah berubah semangat

Rasa lemah ‘tlah berubah kuat

Rasa takut ‘tlah berubah berani

Kini....

Semua tampak indah

Berkat mengenal dirimu.

 

Kebumen,  17 Maret 2020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SEPI

Karya :  Agus Salim

 

Di kala mendengar cetusan kata

Dari negeri seberang

Tentang corona

Yang menyerang umat manusia

Terkesan mengerikan

Hingga

Tiada lagi kegembiraan

Tiada lagi keceriaan

Sepi

Jalan, pusat keramaian, dan

Fasilitas publik lainnya

Terlihat sepi

Itulah yang sedang kita alami.

                                                           

                                                                                    Kebumen, 22 Maret 2020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PUISI TEMA “KENANGAN”

PETAK UMPET

Karya : Agus Salim

Sebuah kenangan indah

Saat bersama teman desaku

Berjumpa dan berseru

Dalam sebuah permainan

Ayo cari aku.

Aku menunggu menghadap dinding

agar temanku dapat sembunyi

Setelah itu...tak terdengar lagi

Tinggalah aku sendiri

Ku susuri setiap jalan dan semak

Agar persembunyian mereka terkuak

Tajamkan mata tajamkan telinga

Bagaikan detektif muda

Satu per satu kan tersingkap

Teman...kau kutangkap

 

Kebumen, 2 April 2020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUAH HATIKU

Karya : Agus Salim

 

Sembilan bulan

Kunantikan hadirmu

Ku doakan keselamatanmu

Agar kabulkan permohonanku

Buah hatiku

Tlah kupersiapkan nama

Untukmu

Tlah kubelikan selimut

Penghangat tidurmu

Tlah kubuat ayunan

Tuk tempat istirahatmu

Buah hatiku

Kan kusambut hadirmu

Dengan alunan adzan ditelingamu

agar Tuhan melindungimu.

 

Kebumen, 4 April 2020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Puisi :

SAMPAI PADA WAKTUNYA

Karya : Agus Salim

 

Dunia telah bicara

Tanpa kata

Tanpa kalimat

Hanya segumpal kabut hitam

Yang memberi warna kota

Warna itu begitu kentara

Warna itu penuh dengan cela

Warna itu membuat dunia menderita

Lambat laun kabut hitam melebar

Mengisi hamparan awan putih

Kini

Tiada lagi keceriaan

Tiada lagi kesucian

Semua seolah sirna

Dunia yang dulu tenang

Dunia yang sangat menawan

Dunia yang penuh keindahan

Dunia dimana aku tinggal

Akankah semua kan sirna?

Apakah sudah sampai pada waktunya

Sang Pencipta kan menutup semua

Kehidupan alam seisinya?

Tidak!

Kabut hitam bukanlah pertanda

Tapi, siapakah yang kan menghalangi?

Banyak manusia mati karenanya

Banyak manusia lari berlindung diri

Banyak manusia melupakan diri

Apakah sudah sampai pada waktunya

Sang Pencipta kan menutup semua

Kehidupan alam seisinya?

Tidak!

Ini adalah ujian Sang Pencipta

Kepada seluruh umat manusia

Akankah mereka ingat?

Akankah iman mereka kuat?

Apakah mereka masih menyembah-Nya?

Dan menjalankah semua perintah-Nya?

Semua kan terjawab

Bila sampai pada waktunya.

 

 

Kebumen, 4 April 2020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tema   : JANGAN MENYERAH

 

LANGKAH PASTI

Karya : Agus Salim

 

Setapak demi setapak

Langkahku kan tergerak

Siaga diri dalam menapak

Serentak

 

Ambil asa dalam angan

Tentu takkan tergapai

Walau angan menuju harapan

Kan tergerak jiwa semampai

 

Raih asa penuh upaya

Wahai remaja pejuang asa

Langkah pasti kan jaya

Seiring niat pastikan bisa

 

Janganlah menyerah

Pastikan langkahmu

Pastikan hidupmu kan cerah

Seraya doa mengiringimu

 

 

Kebumen, 15 April 2020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BANTAL

 

Setiap malam kau temani aku

Tanpa lelah tanpa keluh kesah

Jadikan sandaran tidurku

 

Denganmu nyenyak tidurku

Denganmu terasa indah mimpiku

Denganmu hantarkan diriku

Sepanjang malam

Hingga pagi menjelang

 

 

 

Kebumen, 16 April 2020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PUISI TEMA WANITA

JUDUL : CANTIKNYA HATI

Karya  : Agus Salim

 

Wajah cantik bagai bidadari

Berselendang putih gamis islami

Terpancar jiwa bersih berseri

Tergerak hati ingin menemani

Tutur kata bijak bestari

Pancarkan sinar jernihnya hati

Kagumkan hati dalam diri

Wahai pujaan hati

Selangkah maju

Sepuluh rindu berbuku buku

Seribu panah kan tertuju

Tepat dalam kalbuku

Wahai pujaan hatiku

Tlah kau tunjukkan budimu

Dalam pancaran sinar perilaku

Menyatu dalam jiwamu

Elok rupamu

Cantik hatimu

Hatiku tiada ragu menyuntingmu

Tuk menjadi suamimu.

 

 

Kebumen, 25 Juni 2020

 

 

 

 

 

Tema  : BUNGA

TERATAI PUTIH

Karya Agus Salim

 

Kulihat bunga teratai putih

Mengisi ruang kolam taman

Sesaat hilangkan pedih perih

Karna pesona suasana taman

Teratai putih kian mekar

Seiring hujan di tengah malam

Mekarlah terataiku mekar

Walau lumpur penuhi kolam

Bungaku sungguhlah cantik

Bersinar cemerlang bagai bintang

Tersorot lampu warna diskotik

Menambah suasana senang

Kegundahan hati tlah pergi

Saat kau pancarkan keanggunan

Sampai waktu menjelang pagi

Tlah kutemukan sejuta harapan

 

Kebumen, 27 Juni 2020

 

 

 

 

 

 

 

 

CORONA

Karya : Agus Salim

 

Siapa yang tahu

Kejadian ini kan terjadi

Siapa yang tahu

Sampai kini tak berhenti

 

Corona

Penyakit jasmani

Pembawa bencana

Bagi semua negeri

 

Siapa kan tahu sejauh ini

Corona semakin tak terkendali

Memaksa orang isolasi diri

Dan kerumunan harus dijauhi

 

Corona

Begitu mudahnya engkau menginfeksi

Satu persatu kan tergejala

Terinfeksi bahkan sampai mati

 

Begitu menakutkan terasa

Begitu mengerikan efeknya

Bagi semua umat manusia

Akankah semua kan sirna

 

Corona

Takkan ku biarkan kan merajalela

Takkakn ku biarkan kan menggejala

Di setiap insan bertaqwa.

 

Ya Allah Tuhan semesta alam

Selamatkan kami, selamatkan saudara kami

Yang beriman dan yang menuruti para imam.

Agar dapat kami mengabdi sepenuh hati

                                                                                                                       

Kebumen, 3 Juli 2020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KACA MATA AYAH

Agus Salim

 

 

Di kala senja tampakkan wajahnya

Kicauan burung sambut riang gembira

Terbangun aku dibuatnya

Dan kusambut dengan hati membara

Ku duduk dari pembarinngan

Yang ‘tlah mengantarku sepanjang malam

Langkahkan kaki ayunkan tangan

Menikmati suasana alam

Namun....

Mata ini terasa berkunang-kunang

Semakin lama terasa rabun

Harapanku pun menghilang

Ku teriak panggil ayah

Pedih mata seperti tersayat

Ayah ....ayah...

Ku tak jelas melihat

Ayah datang tanya kenapa

Ibuku pun turut serta

Menanyaku apa yang menerpa

Hingga tak jelas pandangan mata

Ayah tahu ambilkan sesuatu

Sebuah kaca mata dari saku

‘Tuk mencoba membantu

Menajamkan penglihatanku

Kaca mata ayah

Tlah membuatku lihat sempurna

Menikmati pagi yang cerah

Bersama alam yang penuh warna

Berkat kaca mata ayah

Tiada benda samar ku lihat

Tiada ragu ku melangkah

Inilah nikmat yang ku dapat

Kebumen, 4 Juli 2020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEMBALI BERSERI

Agus Salim

 

Di sini ku berdiri

Sendiri tanpa ada yang menemani

Memandang suasana negeri

Yang sedang dilanda pandemi

Tiga bulan tlah berlalu

Negeri indah seakan layu

Menyisakan suasana pilu

Korona renggut melalui sang bayu

Indonesia negeriku

Negeri indah nan permai

Kulantunkan selalu doaku

Agar kau tetap damai

Indonesia negeriku

Janganlah kau ragu

Lawan covid agar beku

Dan tiada lagi mengganggu

Indonesiaku yang merana

Kembalilah berseri

Songsong hari tanpa korona

Agar ku dapat lihat indahnya negeri.

 

Kebumen, 13 Juli 2020

 

 

 

 

 

 

UNTUKMU AKU PULANG

Karya ENOL_ART

 

Perjalanan waktu bersamamu

Dalam menapaki kehidupan semu

Terombang ambing, terbawa angin

Karna himpitan ekonomi

Lama sudah ku rasa

Derita yang tak kunjung pergi

Letih, lelah sudah tak kurasa lagi

Hanya kepada Ilahi kami mengabdi

Ku coba berdiri

Berjalan menuju hamparan rizki

Walau jauh dengan kekasih hati.

Yang setia menanti sampai mati

Mengais rezeki tegakkan ekonomi

Menempuh asa lupakan diri

Akan sebuah janji

Setia bersama sampai akhir nanti

Kan tiada pernah terlintas

Sedikit atau pun banyak

Meninggalkan dikau

Sendiri dalam sepi

Kasihku....

Untukmu aku pulang

Membawa segulung harapan

Bahagia sampai akhir zaman

                                                                                    Kebumen, 5 Oktober 2020

 

 

 

MENANGIS

Karya : Agus Salim

 

Sedari dulu

Tanpa diajari

Tanpa dimengerti

Tanpa rasa malu

Di pelukan ibu

Di samping ayahku

Di sekitar saudaraku

Di antara orang-orang terkasih

Suara tangisku menggemparkan dunia

Tapi justru mereka tertawa

Mengapa?

Apakah menangis adalah yang kau tunggu?

Apakah menangis yang kau mau?

Apakah menangis pertanda kehidupanku?

Dengan tangisku mereka tertawa

Dengan tangisku mereka gembira

Dengan tangisku ibu menciumku

Ayah mengumandangkan adzan buatku

Itulah masa kelahiranku

Andaikan tiba waktunya

Mereka kan menangis untukku

Sedangkan aku ingin merasa bahagia

Dengan bekal amal dan keimanan

Dalam menghadap Tuhanku.

 

Kebumen, 10 Oktober 2020

 

 

BANGKITLAH HAI PEMUDA

Karya ENOL_ART

 

Usiamu sudah begitu tua

Banyak sudah korbankan jiwa

Yang kau banggakan

Untuk persatuan bangsa

 

Pemuda harapan bangsa

Kaulah penerus perjuangan kusuma bangsa

Yang ‘tlah korbankan jiwa raga

Dengan aliran darah dan tetesan air mata

 

Hai pemuda

Bangkitlah

Tunjukkan taringmu

Tegakkan ibu pertiwi

 

Hai pemuda

Bangkitlah

Janganlah kau terlena

Dengan kenikmatan dunia

 

Ingatlah

Sembilanpuluh dua tahun sudah

Para pemuda satukan nusantara

Dalam satu bahasa Indonesia

 

                                                                        Kebumen, 14 Oktober 2020

 

 

TERUS BERJUANG

Karya Enol_Art

 

Sembilanpuluh dua tahun sudah

Perjuangan pemuda kusuma bangsa

Dalam menyatukan nusantara

Ambu arumi spanjang masa

Perjuangan yang tak kenal lelah

Perjuangan yang tak kenal menyerah

Perjuangan yang tak harap jasa

Pelbagai suku, satu dalam bahasa

Kini....

Tinggallah kita berdiri

Menapaki jalan ibu pertiwi

Dari mereka yang tlah mengabdi

Hai pemuda

Lanjutkan adorasi mereka

Satukan Indonesia

Dengan cara berbeda

Hai pemuda

Teruslah berjuang

Dengan ilmu yang kau sandang

Agar bangsa tetap jaya.

 

Kebumen, 19 Oktoberr 2020

 

 

 

 

 

 

RODA KEHIDUPAN

Karya  Agus Salim

 

Kawan...

Dengarkan bisikan Sang Bayu

Kan kau dengar sebuah nasihat

Agar kau tatap masa depan

Kawan....

Lihatlah!

Bahwa roda kan terus berputar

Sebagai laju kehidupan

Begitulah

Sang Pencipta atur segalanya

Agar kau tak putus asa

Tapakkan kaki dalam derita

Kawan....

Bangkitlah!

Tatap masa depan

Gapai kebahagiaan.

 

 

Kebumen, 31 Oktober 2020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UNTUKMU IBU

Karya Agus Salim

 

Sebulan telah berlalu

Kau tinggalkan daku dalam pilu

Dalam tetesan air mata sendu

Saat mengantar kepergianmu

Sebulan telah berlalu

Terasa begitu cepat bagiku

Disaat ku masih memerlukanmu

Harapkan doa dan ridhomu

Ibu...

Kini kau telah menghadap sang Khaliq

Kini kau sudah bahagia

Dalam belaian kasih-Nya.

Ibu ....

Hanya doa yang ku lantunkan untukmu

Hanya untaian kalam ku persembahkan padamu

Sebagai ucapan kasih atas jasamu.

 

Kebumen, 31 Oktober 2020

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

\

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERJEBAK LUMPUR

RESTORAN RUMAH KACA

Tahun Baru Kamil